100 HEKTAR KERJASAMA JABON DAN SENGON PERHUTANI DENGAN KOPERASI

 

 Kepada Yth

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Ibu  Siti Nurbaya Bakar

Di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup

Alamat: Jl. DI. Panjaitan, Kav. 24 Kebon Nanas, Jakarta 13410

 

Perihal               :           Pengelolaan 100 Hektar Jabon dan Sengon

 Lampiran          :           Proposal  

 

 

Dengan hormat, 

 

Berdasarkan Keputusan Direksi Perum Perhutani No: 268/KPTS/DIR/2007 tentang Pedoman Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat Plus (PHBM PLUS). Bersama ini kami dari KOPERASI INDONESIA SUKSES SEJAHTERA mengharapkan diberi kepercayaan untuk mengelola tanah milik Perhutani beserta bantuan modal pengeloaannya dengan Kementrian Terkait (Pemerintah).

Luas tanah yang kita harapkan 100 Hektar dengan masa kerjasama 20 tahun.

Bentuk kerjasama yang saya harapkan bersifat  bagi hasil (sharing profit), dengan pembagian prosentase keuntungan sebagai berikut: 

            1.        Pihak Perhutani memperoleh    50  % 

            2.        Pihak Pengelola  (Koperasi)                          40  % 

            3.        Lingkungan  & Masyarakat Sekitar Usaha 10  % 

 

Apabila Ibu menyetujui saya berharap Ibu  bisa memberikan surat ijin pemakaian tanah milik perhutani seluas yang saya harapkan di atas beserta modal yang diperlukan untuk mengelola lokasi usaha kita tersebut.

 

Perlu diketahui Koperasi Kami bergerak dibidang Pertanian, Peternakan dan Kehutanan yang bekerjasama dengan 6 Doktor dan Profesor dari UNAIR dan Universitas Negeri yang lain.

 

Semua bentuk laporan dan dokumentasi kegiatan kita akan kami sampaikan setiap hari  secara online melalui website, You tube atau media online lain agar transparan dan kita ketahui bersama. 

 

Demikian surat saya atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

 

 

 

Surabaya, 14 Pebruari 2018 

Hormat Saya 

 

 

Edyk Supriyanto

Ketua Koperasi

 


 

PROPOSAL PERKEBUNAN 100 HEKTAR 

Dalam Usaha Menjaga Kelestarian Lingkungan di Indonesia

Latar Belakang 

Pulau Jawa memiliki luasan hanya 6% dari luas wilayah Indonesia, tetapi 60% dari jumlah penduduk Indonesia  tinggal di Jawa. Perum Perhutani sebagai BUMN yang diberi mandat untuk mengelola hutan negara dituntut  untuk memberikan perhatian yang besar kepada masalah sosial ekonomi masyarakat, terutama masyarakat  pedesaan yang sebagian besar tinggal di sekitar hutan. Interaksi antara masyarakat dengan hutan tidak  mungkin dapat dipisahkan. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan dalam pengelolaan hutan harus  memperhatikan keberlanjutan ekosistem hutan dan peduli dengan masyarakat miskin di sekitar hutan. 

 
Sejalan dengan terjadinya reformasi di bidang kehutanan, Perum Perhutani menyempurnakan sistem  pengelolaan sumberdaya hutan dengan lahirnya  Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).

 
Sistem PHBM ini dilaksanakan dengan jiwa BERSAMA, BERDAYA, dan BERBAGI yang meliputi pemanfaatan  lahan/ruang, waktu, dan hasil dalam pengelolaan sumberdaya hutan dengan prinsip saling menguntungkan,  memperkuat dan mendukung serta kesadaran akan tanggung jawab sosial. 
Dengan PHBM PLUS diharapkan pelaksanaan pengelolaan  sumberdaya hutan di Jawa akan lebih fleksibel, akomodatif, partisipatif dan dengan kesadaran tanggung  jawab sosial yang tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi peningkatan Indeks Pembangunan  Manusia (IPM) menuju Masyarakat Desa Hutan Mandiri dan Hutan Lestari.

PHBM dimaksudkan untuk memberikan arah pengelolaan sumberdaya hutan dengan memadukan aspek  ekonomi, ekologi dan sosial secara proporsional dan profesional.  PHBM bertujuan untuk meningkatkan peran dan tanggung jawab Perum Perhutani, masyarakat desa  hutan dan pihak yang berkepentingan terhadap keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan,  melalui pengelolaan sumberdaya hutan dengan model kemitraan. 
PHBM dilaksanakan di dalam dan di luar kawasan hutan dengan mempertimbangkan skala prioritas berdasarkan perencanaan partisipatif. PHBM yang dilaksanakan di dalam kawasan hutan tidak bertujuan  untuk mengubah status kawasan hutan, fungsi hutan dan status tanah negara.

 
PHBM dilaksanakan dengan prinsip-prinsip :

a.  Perum Perhutani   menjadi fasilitator, fleksibel, akomodatif dan dicintai.

b. Perencanaan partisipatif dan fleksibel sesuai dengan karakteristik wilayah.

c. Fleksibel, akomodatif, partisipatif dan kesadaran akan tanggung jawab sosial.

d. Keterbukaan, kebersamaan, saling memahami dan pembelajaran bersama.

e. Bersinergi dan terintegrasi dengan program-program Pemerintah Daerah.

f. Pendekatan dan kerjasama kelembagaan dengan hak dan kewajiban yang jelas,Leveling the Playing Field Project/ Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM)Kolaborasi antara Masyarakat Desa Hutan dengan Perum Perhutani dalam Pengelolaan Sumberdaya Hutan di Jawa Levelling the Playing Field Project.

g. Peningkatan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

h. Pemberdayaan masyarakat desa hutan secara berkesinambungan.

i. Mengembangkan dan meningkatkan usaha produktif menuju masyarakat mandiri dan hutan lestari.

 j. Supervisi, monitoring, evaluasi dan pelaporan bersama para pihak. 

Keterlibatan Para Pihak dalam PHBM 
Para pihak yang dimaksud dalam PHBM adalah pihak di luar Perum Perhutani dan masyarakat desa hutan yang mempunyai perhatian dan berperan mendorong proses optimalisasi serta berkembangnya PHBM,  yaitu: Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Ekonomi Masyarakat, Lembaga  Sosial Masyarakat, Usaha Swasta, Lembaga Pendidikan.

 
1. Pemeritah Daerah 

Dilibatkan dalam sistem PHBM, sebagai pemegang kekuasaan atas wilayah administrasi  dan tata kehidupan sosial masyarakat desa hutan. Peran Pemerintah Daerah adalah mensinergikan program- program pembangunan wilayah dengan pelaksanaan PHBM. Pemerintah Daerah yang terlibat dalam PHBM  meliputi: Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi.

2. Lembaga Swadaya Masyarakat

Berperan dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga masyarakat mampu mengatasi segala persoalan dalam dirinya. LSM diharapkan bisa melakukan transfer pengetahuan dan  teknologi pada masyarakat untuk mempercepat terjadinya perubahan sosial untuk mewujudkan kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. 

3. Lembaga Ekonomi MasyarakatBerperan dalam mengembangkan usaha untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Persoalan ekonomi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, karena hal ini mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap keberhasilan pengelolaan sumberdaya hutan. 

4. Lembaga Sosial Masyarakat

Berperan dalam menumbuhkan kesadaran dan mendukung kehidupan  sosial masyarakat sekitar hutan menjadi lebih kualitas. Lembaga Sosial Masyarakat berupa perkumpulan-perkumpulan sosial di masyarakat, baik yang terbentuk secara alami maupun terbentuk karena program-program dari pihak di luar masyarakat.

5. UNIVERSITAS Dalam aktifitas Penghutanan kembali dengan tanaman Sengon dan Jabon kita juga akan mengajak kerjasama dengan Universitas fakultas pertanian terdekat dalam usaha meningkatkan SDM dan tempat research.

 

 I.    TUJUAN PENGHUTANAN JABON DAN SENGON

Melakukan kegiatan bisnis yang saling menguntungkan semua pihak yang terkait PHBM. Kerjasama ini akan berdampak luas terhadap perbaikan ekosistem, meningkatnya daya beli masyarakat sekitar usaha Jabon dan Sengon serta berdaya upaya dalam menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

 
II.       PIHAK YANG MELAKUKAN KERJASAMA

1. Pihak Pengelola

Nama Usaha : KOPERASI

Penanggung Jawab : Ketua Koperasi

Nama kKetua Koperasi : Edyk Supriyanto

Alamat : Jl. Ngagel Jaya Utara no 150 SURABAYA

HP : 081234971100

Telp Kantor : 031-5040153

 
2. Pihak Perhutani

Pihak yang menyediakan 100 Hektar tanah  beserta dana yang diperlukan untuk pengelolaan. 

 
3. Masyarakat

Penduduk yang bertempat tinggal di sekitar lokasi usahaLapisan masyarakat yang berada disekitar lokasi kegiatan usaha 100 Hektar jabon dan sengon.

 
III  PEMBAGIAN KEUNTUNGAN SECARA BAGI HASIL  

SHARING PROFIT :

1. Pihak Perhutani memperoleh 50 %

2. Pihak Pengelola (KOPERASI) 40 % 

3. Fasilitas Pendidikan Masyarakat Sekitar Usaha 10 %

Masa berlakunya bagi hasil selama 20 tahun.

Segala sesuatu yang belum tertulis dalam perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

Kewajiban Perhutani:

  •  Menyediakan lahan datar seluaas  100 Ha selama 20  tahun agar dikelola dengan baik
  • Memberikan bantuan modal usaha yang diperlukan selama 6 tahun sebagai modal kerja untuk mengelola hutan rakyat berupa sengon dan jabon.

Hak Perhutani

  • Mendapat pembagian terbesar, sebesar 60% dari keuntungan bersih.
  •  Setelah masa perjanjian kerjasama selesai sepenuhnya kembali menjadi pemilik tanah.

 

KeuntunganYang didapat Pengelola (KOPERASI) :

  •  30  % hasil laba bersih dari kayu jabon dan sengon.

Kewajban Pengelola:

  •  Mengatur, menanam dan merawat tanaman kayu jabon dan sengon selama 20 tahun.
  •  Mengatur keuangan agar memenuhi target investasi selama 20 tahun dengan tulus dan jujur.
  •  Pada lahan 100 Ha ditanami 50% pohon kayu jabon dan 50% sengon.
  •  Melakukan pemupukan dan mengawasi tenaga kerja serta mengatur semua biaya operasional agar pohon jabon dan sengon tumbuh maksimal pada saat panen.

 

Analisa per Hektar


 IV ESTIMASI BIAYA DAN TARGET HASIL INVESTASI

BIAYA INVESTASI PENANAMAN  100 HEKTAR SENGON DAN JABON:

1. Persiapan dan Pengolahan 100 Ha  lahan, menggemburkan tanah dengan alat berat        

 Rp.           500.000.000,-

2. Benih kayu jabon dan sengon Rp. 5.000 X 110.000 benih  kayu jabon dan sengon        

 Rp.           550.000.000,-

3. Pupuk Awal Tanam 110.000 Pohon X Rp.2.000  

Rp.           220.000.000,-

4.Galih Lubang per tanaman Rp.10.000 x 110.000 pohon                

 Rp.        1.100.000.000,-

5. Pemupukan secara berkala setiap  6 bulan pemupukan 12 kali X 220.000.000,-        

 Rp.        2.640.000.000,-

6.  Tambahan Pupuk Nasa/ Digrow

 Rp.           250.000.000,-

7. Pestisida /Obat Anti Hama tanaman

 Rp.           300.000.000,-

8. Biaya Tenaga Kerja 4 Orang+ satu pengawas selama 6 Tahun = 17 Juta X 12 Bulan X 6 Tahun

Rp.        1.224.000.000,-

9. Tempat Tinggal Sederhana untuk Pekerja, mck,  gudang, tempat peralatan dan pupuk 

Rp.           100.000.000,-

10. Benih salak sebagai pembatas, Alat-Alat Pertanian, pengairan dll

Rp.           100.000.000,-

11. Alat  Transportasi        

Rp.          100.000.000,-

12. Surat Ijin Penebangan + Angkut +Chain Saw

Rp.        1.000.000.000,-

Total Estimasi Biaya selama 6 tahun     Rp.        8.084.000.000,-

Estimasi Hasil Jabon dan Sengon

Hasil Investasi setelah 6 tahun dari 50 Hektar Jabon + 50 Hektar Sengon sbb:

I. Dari Tanaman SengonEstimasi rata rata dari semua pohon besar, kecil dan sedang

memiliki hasil panen dari 55.000 pohon menghasilkan 55.000 m3 kayu sengon

55.000 m3 x Rp. 680.000 per kubik 

 =Rp 37.400.000.000,-

II. Dari Tanaman JabonEstimasi dari 55.000 tanaman Jabon, 

Menghasilkan 60.000 meter kubik kayu jabon x Rp. 1.200.000,- 

=Rp.72.000.000.000,-

 
Total Estimasi Dari hasil panen di atas Hasil Panen 

 =Rp 109.400.000.000,-

 

Kami berharap pihak Perhutani juga memberikan lahan 1 hektar untuk memenuhi kebutuhan pekerja di tempat kegiatan usaha kita

Total Biaya selama 6 tahun Rp

Laba Kotor RpEBIT Rp(Tax) Rp(………………………)

Laba Bersih

Dari Laba Bersih Dicadangkan 5 M untuk operasional 6 tahun berikutnya

DIPEROLEH LABA BERSIH - Pajak

Diperoleh Laba Bersih Setelah Pajak:

  1. 60% Kita setor ke Pemerintah (PERHUTANI)
  2. 30% Pihak Pengelola (KOPERASI)
  3. 10% UNTUK MASYARAKAT DISEKITAR LOKASI USAHA

ANALISA INVESTASI

Jumlah Biaya Investasi berdasarkan perhitungan NPV

V. MANFAAT HUTAN JABON DAN SENGON  PENGHUTANAN

kembali dengan pohon jabon merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di perkotaan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan secara konseptual. Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghutanan  belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh tetapi tidak memberikan dampak kelestarian alam yang maksimal karena tidak dirawat dan tidak teratur. Penghutanan kembali dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan.. Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekirtar 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan kembali hutan sebagai unsur penstabil ekosistem hutan. Penghijauan Hutan Berperan dan Berfungsi: (1) Sebagai paru-paru bangsa. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan. (2) Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar. (3) Pencipta lingkungan hidup (ekologis).  (4) Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya.  (5) Perlindungan (protektif), terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu);  (6) Keindahan (estetika). (7) Kesehatan (hygiene). (8) Rekreasi dan pendidikan (edukatif);  (9) Meningkatkan ekonomi penduduk setempat, dan menambah PAD bahkan GDP Indonesia. Pemilihan jenis tanaman jati karena syarat-syarat hortikultura (ekologikal) dan syarat- syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.

Unsur Hutan 

Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hutan jati tersebut berada di dalam ptopinsi Jawa Timur fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan iklim mikro, engineering, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi. 
Menelaah fungsi penghijauan perkotaan dan fungsi hutan jati dapat dikatakan bahwa penghutanan kembali merupakan unsur utama dari hutan propinsi di jawa timur. Mengingat pekarangan mengandung sifat perhutanan yang beraspirasi untuk kepentingan rakyat, maka pengembangan perhutanan yang bersifat pekarangan ini tampaknya lebih demokrasi yaitu sistem agroforestry yang dikelola rakyat dan membuka kesempatan bekerja selain itu dapat menghasilkan kayu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan obat-obatan.Teknik Penanaman Jabon dan Sengon
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon dengan cara pemilihan bibit tanaman. Bibit generatif adalah berasal dari biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal dan tidak kuat.
Manfaat hutan Jabon dan Sengon yang lain adalah:1. Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia2. Sebagai pencegah banjir3. Sebagai penyejuk alam4. Sebagai paru-paru duniaMengapa Harus JABON DAN SENGON?
Kayu jabon (Anthocephalus cadamba) lebih bagus daripada kayu lainnya, tekstur lebih halus, bentuknya silinder lurus, berwarna putih kekuningan dan tidak berserat, batang mudah dikupas, lebih mudah dikeringkan atapun direkatkan dan tidak cacat, Arah serat terpadu, permukaan kayu mengkilap, kayu jabon juga sudah terbukti keawetannya atau daya tahannya.  

Industri Yang Menyerap  Kayu Jabon

Banyak sekali penyerap kayu jabon diantaranya kayu lapis, industri mebel, pulp, mainan anak-anak, peti buah, alas sepatu, korek api,  tripleks, mebel, bahan bangunan non konstruksi,  dan banyak lagi yang lainnya. kayu jabon juga mudah dibuat vinir dengan sudut kupas 920 ketebalan 1,5 mm.Uji-coba mengolah kayu jabon menjadi mebel berupa meja, kursi dan sofa yang kesemuanya terbuat dari kayu jabon. Perlu  kami sampaikan bahwa ternyata kayu jabon tidak kalah dengan kayu jati sekalipun, kayu jabon dapat dibuat sebagai mebel berkualitas tinggi seperti mebel yang sekarang ada di pasaran menggunakan kayu jati. Kami yakin suatu hari nanti kayu jabon ini akan dapat menjadikan kayu alternatif untuk mebel. Kami pun sedang berencana untuk membuat olahan ini agar dapat dijual luas secara umum. Harga Kayu JabonSebagai gambaran saja, berikut adalah harga LOG kayu jabon pada tahun lalu(tahun 20171.middle 30-39 Rp 1.200.0002.middle 40-49 Rp 1.300.0003.middle 50 up Rp 1.450.000Berikut ini hasil olahan dari kayu jabon: KAYU SENGONKEUNGGULAN KAYU SENGON DI BANDINGKAN KAYU JENIS MAHONI ATAU MINDIKeunggulan Kayu Sengon di Bandingkan Kayu Jenis Mahoni atau MindiDi antara jenis kayu-kayuan tersebut, kayu sengon termasuk jenis kayu yang banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan industri. Berbagai perkakas rumah tangga banyak menggunakan kayu sengon di bandingkan kayu mindi atau kayu mahoni. 

Pohon Sengon

Kayu sengon memang mempunyai beberapa kelebihan di banding kayu sengon atau mindi :

  • Kayu sengon mempunyai karakter kayu yang lurus, dengan batang bebas cabang di atas 20 meter. Sedangkan kayu mindi umumnya mempunyai batang yang tidak begitu lurus dan mempunyai banyak cabang. Sehingga kayu sengon banyak menghasilkan kubiksasi di bandingkan mindi dan mahoni.
  • Kayu sengon mempunyai sifat kayu yang awet, ringan dan lunak sehingga lebih banyak digunakan untuk pembuatan barang berbagai keperluan rumah tangga seperti papan, pintu, meja, kursi dan masih banyak lagi. Ini berbeda dengan kayu mahoni yang mempunyai karakter kuat, berat sehingga jika dijadikan pintu atau perkakas lain kurang begitu cocok karena berat.
  • Jika pohon mindi dan pohon mahoni rata-rata postur pohonnya dibawah rata-rata ketinggian pohon sengon. Sehingga jika menanam pohon mindi dan pohon sengon dalam jumlah banyak, kayu yang di hasilkannya tidak sebanyak pohon sengon yang bisa mencapai tinggi pohon hingga 40 meter lebih.
  • Pohon mahoni dan pohon sengon mempunyai kulit kayu yang keras dan beralur yang dapat mengelupas saat berumur tua, sehingga saat digunakan banyak bagian kayu yang terbuang. Bagian yang terbuang ini biasanya digunakan untuk kayu bakar. Sedangkan pohon sengon mempunyai kulit kayu yang licin dan halus sehingga bagian kayu yang terbuang hampir tidak ada.
  • Dari segi kualitas kayu, kayu mahoni memang lebih baik dari kayu sengon dan kayu mindi. Kualitas kayu mahoni bahkan di bawah kayu jati. Namun kayu sengon juga mempunyai kelebihan yaitu ringan dan lurus sehingga mudah dibentuk menjadi berbagai macam benda mulai dari kerajinan tangan, papan, meja, kursi, lemari, peti kemas, industri pulp, industri korek api dan masih banyak lagi. Pada saat dipaku, kayu sengon tidak banyak mengalami perubahan dan itu menguntungkan saat membentuk barang dengan ukuran yang kecil.

Pohon Sengon

Dalam bidang pemasaran, kayu sengon lebih mudah saat dipasarkan. Masyarakat lebih mengenal dengan kayu sengon di bandingkan kayu mahoni dan kayu mindi. Maka tak mengherankan bila masyarakat banyak yang memelihara kayu sengon di bandingkan kayu jenis lainnya. Di perbagai perkebunan atau tanaman hutan rakyat (Tahura), lebih banyak di tanam pohon sengon. Apalagi di tunjang dengan perkembangan berbagai varietas unggulan kayu sengon sehingga masyarakat lebih giat menanam untuk tujuan penghijauan maupun untuk investasi.

Macam-Macam Jenis Sengon Yang Ada Di Indonesia

Sengon mempunyai berbagai jenis, baik yang termasuk kategori unggul atau sengon kategori sedang. Sebelum kita menanam pohon sengon, ada baiknya kita mencoba mengetahui beberapa jenis sengon yang ada di Indonesia. Diantaranya adalah sengon merah (sengon buto), sengon tekik (sengon tekek) dan sengon laut (Albasia/ Albazia).

  • Sengon Buto (sengon merah)

Menurut bahasa latin disebut juga dengan Enterolobium cyclocarpum ( Jacq) Grisep. Sementara masyarakat Indonesia mengenalnya dengan nama sengon buto/ sengon merah. Jenis sengon ini sangat besar maka dinamakan sengon buto/ sengon raksasa. Hal itu di tunjang dengan pertumbuhannya yang sangat cepat.

Saat ini sengon buto termasuk mulai jarang ditanam karena mempunyai beberapa kelemahan. Diantara kelemahan itu  kayunya mudah patah dan serat kayunya cukup kasar sehingga pada saat pembuatan menjadi produk olahan, nampak kurang rapi. Sehingga banyak masyarakat yang enggan untuk menanamnya. Ciri fisik dari pohon sengon merah ini adalah kulitnya yang berwarna merah. Kulit batang lebih kasar di bandingkan dengon lainnya.  Kulitnya juga lebih bersisik. Postur tubuhnya besar.

Sengon ini dapat tumbuh pada ketinggian 0-1000 m di atas permukaan laut dengan curah hujan 600- 4800 mm/ tahun. Pohon ini dapat bertahan pada suhu dingin dan hidup pada tanah berpasir. Buah sengon termasuk buah polong dengan kulit yang keras. Benih sengon berukuran hampir 2 cm dengan warna coklat tua. Dalam 1 kg terdapat 900- 1000 benih.

Sengon Buto

Sengon Tekek/ TekikSengon ini termasuk sengon lokal Indonesia.  Sengon ini mempunyai kemiripan dengan sengon laut. Perbedaan yang mencolok pada ranting yang berwarna kemerah-merahan. Kayu sengon tekik lebih keras dibandingkan kayu sengon buto. Jika dibandingkan sengon laut, mempunyai kelemahan yaitu mudah patah. Sengon Tekikļ‚§ Sengon lautSengon laut (Paraserianthes falcataria), mempunyai ciri berwarna keputihan atau keabu-abuan. Permukaan  kayu agak licin dan agak mengkilap. Pada saat baru ditebang, kayu berbau seperti petai tapi setelah agak kering bau tersebut akan hilang dengan sendirinya. Kayu sengon laut termasuk kategori kayu kelas awet. Kayunya lunak, mudah digergaji dan proses pengeringannya cepat. Kelemahannya yaitu pada proses pengeringan akan menyebabkan  kayu menjadi melengkung dan memilin. Sengon Laut

 Kayu sengon Solomon

Kayu jenis ini aslinya berasal dari Kepulauan Solomon. Sekarang ini sudah banyak tersebar di segala penjuru Indonesia karena mempunyai beberapa kelebihan diantaranya lebih tahan terhadap serangan penyakit, postur tubuhnya melebihi sengon lokal lainnya, batangnya lebih lurus dan pencabangan diatas 20 meter dari batang bawah, diameter batangnya lebih besar di bandingkan sengon lokal dan lebih cepat dipanen. Senon Solomon dapat beradaptasi pada lahan yang kering. Pada umur 5-7 tahun, sengon Solomon dapat dipanen. Sengon Solomon
Sengon laut mempunyai ciri seperti daunnya berwarna hijau tua, ukuran daun lebih besar. Sengon jenis ini banyak sekali dibutuhkan dalam industri dan rumah tangga.   Dibandingkan sengon dengan jenis lainnya, sengon Solomon mempunyai prospek yang paling bagus untuk investasi. Modal yang digunakan memang lebih mahal di bandingkan jenis lain namun jika melihat panen yang menghasilkan pendapatan cukup bagus.

PEMUPUKAN KAYU JABON DAN SENGON

Manusia memerlukan unsur gisi empat sehat lima sempurna agar sehat dan bisa dewasa secara fisik dengan maksimal, demikian juga kayu jabon dan sengon memerlukan perhatian ekstra agar kita bisa mendapat hasil panen yang optimal.

Berikut ini jenis dan cara pemupukan yang akan kita terapkan pada pohon jabon dan sengon.

Penggolongan Pupuk

Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi.

Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi. Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen.

Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor.

Menurut cara aplikasinya, pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu pupuk daun dan pupuk akar. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D, Grow More, dan Vitabloom. Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh pupuk akar adalah urea, NPK, dan Dolomit.

Menurut cara melepaskan unsur hara, pupuk akar dibedakan menjadi dua yakni pupuk fast release dan pupuk slow release. Jika pupuk fast release ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis, bukan hanya karena diserap oleh tanaman tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. Yang termasuk pupuk fast release antara lain urea, ZA dan KCL.

Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali (controlled release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bila dibandingkan dengan pupuk fast release. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis.

Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul. Contohnya, polimer coated urea dan sulfur coated urea. Perlindungan secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan zat kimia, sehingga bahan tersebut lepas secara terkendali. Contohnya Methylin urea, Urea Formaldehide dan Isobutilidern Diurea.

 Pupuk jenis ini harganya sangat mahal sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.

JENIS-JENIS PUPUKA. Pupuk Sumber NitrogenHampir seluruh tanaman dapat menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat atau amonium yang disediakan oleh pupuk. Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih cepat tersedia bagi tanaman. Amonium juga akan diubah menjadi nitrat oleh mikroorganisme tanah.

A.1. Amonium NitratKandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah dingin dan daerah panas. Pupuk ini dapat membakar tanaman jika diberikan terlalu dekat dengan akara atau langsung kontak dengan daun. Ketersediaan bagi tanaman sangat cepat sehingga frekuensi pemberiannya harus lebih sering. Amonium nitrat bersifat higroskopis sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama.A.2. Amonium Sulfat (NH4)2 SO4Pupuk ini dikenal dengan nama pupuk ZA. Mengandung 21% nitrogen (N) dan 26% sulfur (S), berbentuk kristal dan kurang higroskopis. Reaksi kerjanya agak lambat sehingga cocok untuk pupuk dasar. Sifat reksinya asam, sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH rendah. Selain itu, pupuk ini sangat baik untuk sumber sulfur. Lebih disarankan dipakai didaerah panas.A.3. Kalsium NitratPupuk ini berbentuk butiran, berwarna putih, sangat cepat larut didalam air, dan sebagai sumber kalsium yang sangat baik karena mengandung 19% kalsium Ca. sifat lainnya adalah bereaksi basa dan higroskopis.A.4. Urea (CO(NH2)2)Pupuk urea mengandung 46% nitrogen (N). Karena kandungan N yang tinggi menyebabkan pupuk ini sangat higroskopis. Urea sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat, juga menguap dalam bentuk amonia.
B. Pupuk Sumber Fosfor B.1. SP36Mengandung 36% fosfor dalam bentuk P2O5.pupuk ini terbuat dari fosfat alam dan sulfat. Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. Sifatnya agak sulit larut dalam air dan bereaksi lambat sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar. Reaksi kimianya tergolong netral, tidak higroskopis dan bersifat membakar.

B.2. Amonium PhospatMonoamonium Phospat (MAP) memiliki analisis 11.52.0. Diamonium Phospat memiliki (DAP) analisis 16.48.0 atau 18.46.0. pupuk ini umumnya digunakan untuk merangsang pertumbuhan awal tanaman (styarter fertillizer). Bentuknya berupa butiran berwarna cokelat kekuningan. Reaksinya termasuk alkalis dan mudah larut di dalam air. Sifat lainnya adalah tidak higroskopis sehingga tahan disimpan lebih lama dan tidak bersifat membakar karena indeks garamnya rendah.
C. Pupuk Sumber Kalium C.1. Kalium Chlorida (KCl)Mengandung 45% K2O dan khlor, bereaksi agak asam, dan bersifat higroskopis. Khlor berpengaruh negatif terhadap tanaman yang membutuhkannya, misalnya kentang, wortel dan tembakau.
C.2.Kalium Sulfat (K2SO4)Pupuk ini lebih dikenal dengan nama ZK. Kadar K2O-nya sekitar 48-52%. Bentuknya berupa tepung putih yang larut didalam air, sifatnya agak mengasamkan tanah. Dapat digunakan untuk pupuk dasar sesudah tanam. Tanaman yang peka terhadap keracunan unsur Cl, seperti tembakau disarankan untuk menggunakan pupuk ini.C.3.Kalium Nitrat (KNO3)Mengandung 13% N dan 44% K2O. berbentuk butiran berwarna putih yang tidak bersifat higroskopis dengan reaksi yang netral.
 

D.      Pupuk Sumber Unsur Hara Sekunder

D.1.   Kapur Dolomit

Berbentuk bubuk berwarna putih kekuningan. Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pH tanah. Dolomit adalah sumber Ca (30%) dan Mg (19%) yang cukup baik. Kelarutannya agak rendah dan kualitasnya sangat ditentukan oleh ukuran butiran. Semakin halus butirannya akan semakin baik kualitasnya.

D.2.   Kapur Kalsit

Berfungsi untuk meningkatkan pH tanah. Dikenal sebagai kapur pertanian yang berbentuk bubuk. Warnanya putih dan butirannya halus. Pupuk ini mengandung 90% - 99% Ca. Bersifat lebih cepat larut dalam air.


D.3.   Paten Kali (Kalium Magnesium Sulfat)

Berbentuk butiran berwarna kuning. Mengandung 30% K2O, 12% S, dan 12% MgO. Sifatnya agak sukar larut dalam air. Selain untuk memperbaiki defisiensi Mg, pupuk ini juga bermanfaat untuk memperbaiki kejenuhan basa pada tanah asam.

D.4.   Kapur Gypsum

Berbentuk bubuk dan berwarna putih. Mengandung 39% Ca, 53% S dan sedikit Mg. Ditebarkan dalam sekali aplikasi. Jika terkena air, gypsum yang ditebarkan akan menggumpal dan mengeras seperti tanah liat (cake). Gypsum digunakan untuk menetralisir tanah yang terganggu karena kadar garam yang tinggi, misalnya pada tanah di daerah pantai. Aplikasi gypsum tidak banyak berpengaruh pada perubahan pH tanah.


D.5.   Bubuk Belerang (Elemental Sulfur)

Umumnya, sulfor disuplai dalam bentuk sulfat yang terdapat pada berbagai jenis pupuk. Kandungan sulfat tersebut tidak berpengaruh dalam penurunan pH tanah. Selain terdapat dalam berbagai jenis pupuk, bubuk belerang adalah sumber sulfur yang terbesar, kandungannya dapat mencapai 99%.

Namun, bubuk ini tidak lazim digunakan untuk mengatasi masalah defisiensi sulfur, tetapi tidak lebih banyak digunakan untuk menurunkan pH tanah. Penggunaannya tidak boleh melebihi 25 gram/m2, karena bubuk sulfur dapat mengakibatkan gejala terbakarnya daun tanaman (burning effect).

E.      Pupuk Sumber Unsur Hara Mikro

Saat ini kebutuhan pupuk mikro sudah mulai terasa di Indonesia. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa tanaman di Jawa sudah memulai membutuhkan tambahan Zn dari pupuk.

Pupuk sebagai unsur hara mikro tersedia dalam dua bentuk, yakni bentuk garam anorganik dan bentuk organik sintesis. Kedua bentuk ini mudah larut dalam air. Contoh pupuk mikro yang berbentuk garam organik adalah Cu, Fe, Zn dan Mn yang seluruhnya bergabung dengan sulfat. Sebagai sumber boron, umumnya digunakan sodium tetra borat yang banyak digunakan sebagai pupuk daun. Sumber Mo umumnya menggunakan sodium atau amonium molibdat.

Bentuk organik sintesis ditandai dengan adanya agen pengikat unsur logam yang disebut chelat. Chelat adalah bahan kimia organik yang dapat mengikat ion logam seperti yang dilakukan oleh koloid tanah. Unsur hara mikro yang tersedia dalam bentuk chelat adalah Fe, Mn, Cu, dan Zn.

Selain disediakan oleh kedua jenis pupuk diatas, unsur hara mikro juga disediakan oleh pupuk majemuk yang beredar di pasaran. Pupuk slow release dan pupuk daun biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih unsur mikro.

E.1.    Pupuk Majemuk

Pemakaian pupuk majemuk saat ini sudah sangat luas. Berbagai merk, kualitas dan analisis telah tersedia di pasaran.kendati harganya relatif lebih mahal, pupuk majemuk tetap dipilih karena kandungan haranya lebih lengkap. Pupuk majemuk berkualitas prima memiliki besaran butiran yang seragam dan tidak terlalu higroskopis, sehingga tahan disimpan dan tidak cepat menggumpal. Hampir semua pupuk majemuk bereaksi asam, kecuali yang telah mendapatkan perlakuan khusus, seperti penambahan Ca dan Mg.

Variasi analisis pupuk mejemuk sangat banyak. Meskipun demikian, perbedaan variasinya bisa jadi sangat kecil, misalnya antara NPK 15.15.15  dan NPK 16.16.16. Variasi analisis pupuk, seperti 15.15.15, 16.16.16, dan 20.20.20 menunjukkan ketersediaaan unsur hara yang seimbang. Fungsi pupuk majemuk dengan variasi analisis seperti ini antara lain untuk mempercepat perkembangan bibit; sebagai pupuk pada awal peneneman; dan sebagai puk susulan saat tanaman memasuki fase generatif, seperti saat mulai berbunga.

Dalam memilih pupuk majemuk perlu dipertimbangkan beberapa faktor, antara lain kandungan unsur hara yang tinggi, kandungan unsur hara mikro dan harga perkilogramnya.contoh cara mempertimbangkan pemilihan pupuk majemuk, variasi analisis pupuk NPK 20.20.20 memiliki kandungan hara yang lebih tinggi daripada NPK 15.15.15, tetapi sifatnya sangat higroskopis sehingga mudah sekali menggumpal. Karena itu, variasi analisis pupuk ini sebaiknya tidak dipilih karena bagian yang menggumpal tidak dapat digunakan.

E.2.    Pupuk Daun

Daun memiliki mulut yang dukenal dengan nama stomata. Sebagian besar stomata terletak di bagian bawah daun. Mulut daun ini berfungsi untuk mengatur penguapan air dari tanaman sehingga air dari akar dapat sampai daun. Saat suhu udara terlalu panas, stomata akan menutup sehingga tanaman tidak akan mengalami kekeringan. Sebaliknya, jika udara tidak terlalu panas, stomata akan membuka sehingga air yang ada di permukaan daun dapat masuk dalam jaringan daun. Dengan sendirinya unsur hara yang disemprotkan ke permukaan daun juga masuk ke dalam jaringan daun.

Sebenarnya, kandungan unsur hara pada pupuk daun identik dengan kandungan unsur hara pada pupuk majemuk. Bahkan pupuk daun sering lebih lengkap karena ditambah oleh beberapa unsur mikro. Pemilihan analisis yang tepat pada pupuk daun perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang sama dengan analisis pada pupuk majemuk. Hanya saja, faktor sifat fisik dan kimia tanah tidak dijadikan sebagai faktor utama. Sebagai faktor utamanya adalah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan tanaman dan peningkatan hasil panen.

Pupuk daun berbentuk serbuk dan cair. Kualitasnya dianggap baik jika mudah larut di dalam air tanpa menyisakan endapan. Karena mudah larut dalam air, sifat pupuk daun menjadi sangat higroskopis. Akibatnya tidak dapat disimpan terlalu lama jika kemasannya telah dibuka.

Kentungan menggunakan pupuk daun antara lain respon terhadap tanaman sangat cepat karena langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Selain itu, tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada tanaman, dengan catatan aplikasinya dilakukan secara benar. Dalam pemakaian pupuk daun dikenal istilah konsentrasi pupuk atau kepekatan larutan pupuk. Besarnya konsentrasi pupuk daun dinyatakan dalam bobot pupuk daun yang harus dilarutkan kedalam satuan volume air. Penentuan volume air dapat diketahui dengan membaca skala pada alat semprot. Angka konsentrasi ini sering dicantumkan p[ada kemasan pupuk. Jika konsentrasi pupuk yang digunakan melebihi konsentrasi yang disarankan, daun akan terbakar.

Penyemprotan pupuk daun idealnya dilakukan pada pagi atau pada sore hari karena bertepatan pada saat membukanya stomata. Prioritaskan penyemprotan pada bagian bawah daun karena paling banyak terdapat stomata. Faktor cuaca termasuk kunci sukses dalam penyemprotan pupuk daun. Dua jam setelah penyemprotan jangan sampai terkena hujan karena akan mengurangi efektifitas penyerapan pupuk. Tidak disarankan menyemprotkan pupuk daun pada saat suhu udara sedang panas karena konsentrasi larutan pupuk yang sampai ke daun cepat meningkat sehingga daun dapat terbakar. Contoh pupuk daun yang beredar di pasaran yaitu Gandasil Daun 14.12.14 dilengkapi dengan Mn, Mg, B, Cu dan Zn.

E.3.    Pupuk Organik

Kandungan unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik jauh lebih kecil daripada yang sempat di dalam pupuk buatan. Cara aplikasinya juga lebih sulit karena pupuk organik dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar daripada pupuk kimia dan tenaga kerja yang diperlukan juga lebih banyak. Namun, hingga sekarang pupuk organik tetap digunakan karena fungsinya belum tergantikan oleh pupuk buatan. Berikut ini beberapa manfaat dari pupuk organik.

Mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro meskipun dalam jumlah yang jauh lebih kecil. Memperbaiki granulasi tanah berpasir dan tanah padat sehingga dapat meningkatkan kualitas aerasi, memperbaiki drainase tanah, dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Mengandung asam humat (humus) yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.

Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Pada tanah asam, penambahan pupuk organik dapat membantu meningkatkan pH tanah. Penggunaan pupuk organik tidak menyebabkan polusi tanah dan air.

Jenis pupuk organik yang banyak dikenal sebagai berikut :

- Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak. Kualitas pupuk kandang sangat tergantung pada jenis ternak, kualitas pakan ternak, dan cara penampungan pupuk kandang.

Pupuk kandang dari ayam atau unggas memiliki unsur hara yang lebih besar daripada jenis ternak lain. Penyebabnya adalah kotoran padat pada unggas tercampur dengan kotoran cairnya. Umumnya, kandungan unsur hara pada urine selalu lebih tinggi daripada kotoran padat.seperti kompos, sebelum digunakan, pupuk kandang perlu mengalami proses penguraian. Dengan demikian kualitas pupuk kandang juga turut ditentukan oleh C/N rasio.

Dalam dunia pupuk kandang, dikenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk panas adalah pupuk kandang yang proses penguraiannya berlangsung cepat sehingga terbentuk panas. Pupuk dingin terjadi sebaliknya, C/N yang tinggi menyebabkan pupuk kandang terurai lebih lama dan tidak menimbulkan panas.

Ciri-ciri pupuk kandang yang baik dapat dilihat secara fisik atau kimiawi. Ciri fisiknya yaitu berwarna cokelat kehitaman, cukup kering, tidak menggumpal, dan tidak berbau menyengat. Ciri kimiawinya adalah C/N rasio kecil (bahan pembentuknya sudah tidak terlihat) dan temperaturnya relatif stabil.

-Kompos

Kompos adalah kasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme pengurai. Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya perbandingan antara jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio).

Jika C/N rasio tinggi, berarti bahan penyusun kompos belum terurai secara sempurna. Bahan kompos dengan C/N rasio tinggi akan terurai atau membusuk lebih lama dibanding dengan C/N rasio rendah. Kualitas kompos dianggap baik jika memiliki C/N rasio antara 12-15.

Bahan kompos seperti sekam, jerami padi, batang jagung dan serbuk gergaji memiliki C/N rasio antara 50-100. daun segar memiliki C/N rasio sekitar 10-20. Proses pembuatan kompos akan menurunkan C/N rasio hingga 12-15. sampai dengan proses penguraian sempurna, tanaman akan bersaing dengan mikroorganisme tanah untuk memperebutkan unsur hara. Karena itu disarankan untuk menambah pupuk buatan apabila bahan kompos yang belum terurai sempurna terpaksa digunakan

Kandungan unsur hara dalam kompos sangat bervariasi. Tergantung dari jenis bahan asal yang digunakan dan cara pembuatan kompos. Kandungan unsur hara kompos sebagai berikut:

-      Nitrogen         0,1–  0,6%

-      Fosfor 0,1 – 0,4%

-      Kalium 0,8 – 1,5%

-      Kalsium          0,8 – 1,5%

Ciri fisik kompos yang baik adalah berwarna cokelat kehitaman, agak lembab, gembur dan bahan pembentuknya sudah tidak tampak lagi. Penggunaan dosis tertentu pada pupuk kompos lebih berorientasi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah daripada untuk menyediakan unsur hara.

- Mikroba Penyubur Tanah

Kemajuan ilmu mikrobiologi tanah berhasil memperbanyak mikroba tanah yang bermanfaat dan mengemasnya sebagai pupuk cair. Mikroba yang telah dikemas ini kemudian disemprotkan ke tanah hingga berkembang biak dan memberi dampak positif bagi kesuburan tanah.

Jenis bakteri dan jamur yang biasa digunakan diantaranya Rhizobium, Lactobacillus, Streptomyces, Micoriza, dan Aspergillus. Jenis dan fungsi mikroba sangat beragam, cara penggunaanpun berbeda-beda. Karena itu sebaiknya baca petunjuk pada label atau brosur dengan seksama sebelum menggunakannya.

Mikroba juga membutuhkan waktu untuk berkembang biak sehingga hasil aplikasi mikroba penyubur tanah tidak langsung terlihat pada tanaman. Jumlah mikroba yang telah disemprotkan pun sangat mungkin akan berkurang karena faktor cuaca. Aplikasi mikroba sebaiknya dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali. Alat semprot yang digunakan sebaiknya bukan yang biasa dipakai untuk menyemprot pestisida, karena pestisida akan mematikan mikroba. Selain itu, tidak disarankan menyemprotkan pestisida terutama fungisida pada tanah yang telah diaplikasi mikroba. APLIKASI DAN PENGGUNAAN PUPUK PADA JABON DAN SENGON

A.      Cara Aplikasi Pupuk Kimia

A.1.   Larikan

Caranya, buat parit kecil disamping barisan tanaman sedalam 6-10 cm. Tempatkan pupuk di dalam larikan tersebut, kemudian tutup kembali. Cara ini dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi baris tanaman. Pada jenis pepohonan, larikan dapat dibuat melingkar di sekeliling pohon dengan jari-jari 0,5-1 kali jari-jari tajuk. Pupuk yang tidak mudah menguap dapat langsung ditempatkan di atas tanah.

Setelah itu, larikan tidak perlu ditutup kembali dengan tanah. Hindari membuat larikan hanya pada salah satu sisi baris tanam karena menyebabkan perkembangan akar tidak seimbang. Karena itu, aplikasi pupuk kedua harus ditempatkan pada sisi yang belum mendapatkan pupuk (bergantian). Biasanya cara ini dilakukan untuk memberikan pupuk susulan. Tanaman dengan pertumbuhan cepat dan perakaran yang terbatas disarankan untuk menggunakan cara larikan.

A.2.   Penebaran Secara Merata di Atas Permukaan Tanah

Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. Setelah penebaran pupuk, lanjutkan dengan pengolahan tanah, seperti pada aplikasi kapur dan pupuk organik. Cara ini menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata sehingga perkembangan akarpun lebih seimbang. Tidak disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat mudah menguap.

A.3    .Pop-Up

Caranya, pupuk dimasukkan ke lubang tanam pada saat penanaman benih atau bibit. Pupuk yang digunakan harus memiliki indeks garam yang rendah agar tidak merusak benih atau biji. Cara ini lazim menggunakan pupuk jenis SP36, pupuk organik, atau pupuk slow release.

A.4.   Penugalan

Caranya, tempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10-15 cm. Lubang tersebut dibuat dengan alat tugal. Kemudian setelah pupuk dimasukkan, tutup kembali lubang dengan tanah untuk menghindari penguapan. Cara ini dapat dilakukan disamping kiri dan samping kanan baris tanaman atau sekeliling pohon. Jenis pupuk yang dapat diaplikasikan dengan cara ini adalah pupuk slow release dan pupuk tablet.

A.5.Fertigasi

Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi. Lazimnya, cara ini dilakukan untuk tanaman yang pengairannya menggunakan sistem sprinkle. Cara ini telah banyak diterapkan pada pembibitan tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI), lapangan golf, atau nursery tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Lewat cara ini, akurasi dan penyerapan pupuk oleh akar dapat lebih tinggi.

Pada pertanian intensif pemupukan sering dilakukan berkali-kali sehingga beberapa cara diatas dapat dilakukan bersama-sama dalam satu musim tanam.

B.      Cara Aplikasi Pupuk Organik

Tanah berpasir, tanah tererosi, atau tanah sangat padat yang mudah retak pada musim kemarau, sebaiknya diberi pupuk organik dalam jumlah besar sebelum digunakan untuk bercocok tanam. Setelah diberi pupuk organik, dilanjutkan dengan pengolahan tanah. Kedua perlakuan tersebut dilakukan supaya sifat fisik tanah membaik dan pemakaian pupuk kimia menjadi lebih efisien.

Kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar seringkali menyulitkan proses penebarannya. Namun, sekarang telah dipasarkan pupuk organik yang dipadatkan dalam bentuk pelet atau konsentrat. Pupuk organik dalam bentuk tersebut lebih mudah diaplikasikan dan dosis yang diperlukan menjadi lebih kecil. Pupuk organik seperti ini diantaranya dipasarkan dengan merk dagang Ostindo, OCF, dan Green Pride.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi pupuk organik adalah sebagai berikut:
          -Penebaran pupuk organik sebaiknya diikuti dengan pengolahan tanah seperti pembajakan atau penggemburan tanah agar pupuk organik dapat mencapai lapisan tanah yang lebih dalam.


          -Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil tetapi sering lebih baik dari pada dosis banyak yang diberikan sekaligus.

-Jika harus menggunakan pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih tinggi) harus diberi jeda waktu antara pemberian pupuk organik dan penanaman bibit yakni minimal satu minggu.

Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi pada tanaman ketika proses penguraian pupuk organik berlangsung.

VI    TUJUAN PENGHUTANAN KEMBALI DENGAN JABON DAN SENGON

Koperasi tertarik untuk melakukan kerjasama dengan Perhutani karena berbagai hal :

  1. Memberi manfaat pada lahan kritis yang ada di Jawa Timur (Indonesia).
  2. Mencegah terjadinya erosi dan banjir besar akibat lahan kritis yang tidak terawat, yang          dapat mengakibatkan bencana dan korban.
  3. Menciptakan lapangan kerja dan memperbaiki ekonomi penduduk setempat.
  4. Memberi nilai tambah untuk ekspor atau supplai kebutuhan kayu jabon dan sengon di Jawa.
  5. Melakukan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan antara Koperasi, masyarakat sekitar usaha dan  pemerintah (Perhutani).
  6.  Menjaga kelestarian ekosistem alam yang baik bagi propinsi Jawa Timur.
    1. Menciptakan penghijauan/ paru-paru di propinsi Jawa Timur.
    2. Memberi masukan pada kas negara RI dari hasil panen jabon dan sengon.

VII    PENUTUP

Semoga dengan kerjasama ini pola kemitraan dan kerjasama yang baik dapat dilakukan lagi di masa mendatang

 

Surabaya, 14 Pebruari 2018

 

 

Edyk Supriyanto

Ketua KOPERASI