20.000.000 HECTARES PROJECT

 

Project 20.000.000 Hectares


The required capital is only Rp 400 Trillion,  Indonesia will be  free from high of Unemployment and Poverty.
 
On this page, I am intentionally use Indonesia language. Because in  this page is all about my personal idea for Indonesia to be free as the bigger  importer country  of very large agricultural products.


Selanjutnya  saya akan menulis dalam bahasa Indonesia khusus halaman ini sbb: Jika idea ini dilakukan,  Indonesia akan terbebas sebagai pengimpor beras dan puluhan hasil pertanian lainnya, bahkan akan menjadikan bangsa Indonesia  BEBAS dari PENGANGGURAN, TIDAK ADA LAGI  PENDUDUK MISKIN  DI NEGARA INDONESIA  DAN SELANJUTNYA AKAN MENJADI BANGSA DENGAN PONDASI  EKONOMI YANG KUAT. Kalaupun masih ada penduduk miskin nantinya karena mereka memang tidak mau berusaha setelah diberi kesempatan.


Selain menghapus import terhadap  produk hasil pertanian bahkan kita bisa melakukan eksport yang dapat menghasilkan devisa untuk mengurangi hutang Indonesia yang semakin besar. Jumlah hutang Indonesia sangat besar dengan tingkat DSR yang tinggi, menurut data Pemerintah:

 http://www.bi.go.id/en/statistik/utang-luar-negeri/Default.aspx

Ide ini hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah/ Presiden bekerjasama semua lembaga tinggi negara lainnya, saya yakin jika dijalankan dalam satu tahun Indonesia bebas dari kemiskinan, andaipun masih ada orang miskin di Indonesia itu karena mereka tidak mau berupaya. Angkah pengangguran Indonesia sangat tinggi bisa di lihat dari data Pemerintah RI berikut ini:

 https://www.bps.go.id


Semua laporan kegiatan dan pengawasan dilakukan secara transparan dan menggunakan website tersendiri. Sehingga  semua nama , alamat  dan warga miskin yang terlibat di dalamnya bisa dilihat oleh semua orang di Indonesia bahkan dunia. Dengan demikan semua lapisan masyarakat dan birokrasi dari tingkat rendah, menengah hingga tingkat tinggi dapat mengevaluasi rencana yang dilakukan.


Masalah besar yang terjadi di negara kita pada saat ini dan nanti :

  1. Indonesia sebagai pengimport hasil pertanian dan ternak yang sangat besar,  dengan jumlah IMPORT ratusan trilyun per tahun untuk hasil pertanian. 

  2. Jumlah angkah pengangguran yang sangat tinggi di Indonesia saat ini.

  3. Jumlah penduduk miskin Indonesia yang sangat tinggi:  https://bps.go.id/Subjek/view/id/23

  4. Importir bagaimanapun juga akan memangkas devisa negara, pengurangan devisa sebagai alat pembayaran import akan menekan mata uang RI semakin rendah nilainya, mata uang yang rendah mengakibatkan hasil produk ekspor negara kita menjadi tidak kompetitif di pasar dunia. Hal ini jika dibiarkan akan mengakibatkan industry dalam negeri tidak akan bertahan / colaps/ bangkrut. Dengan tutupnya perusahaan yang ada di Indonesia mengakibatkan pengangguran meningkat. Pengangguran dapat menimbulkan 1000 kasus sosial dan kriminalitas.

 

 

Semua masalah di atas dapat di atasi dengan memberikan dan memanfaatkan SUMBER DAYA ALAM yang ada di Indonesia. 

Keuntungan kita menggunakan 20 juta hektar lahan hutan di Indonesia.

  1. Menyerap 8 juta hingga 10 juta lapangan kerja di Indonesia. 

  2. Mengentaskan 30 juta orang Indonesia dari kemiskinan.

  3. Menjadikan negara Indonesia bebas dari impor beras dan puluhan kebutuhan hasil pertanian dan ternak lainnya.

  4. Menjadikan  Indonesia sebgai pengekspor beras dan hasil pertanian serta hasil olahannya.

  5. Mendatangkan Devisa.

  6. Memperkuat fundamental ekonomi nasional.

  7. Mensejahterahkan massyarakat.

  8. MEWUJUDKAN Cita cita pendiri negara kita di dalam UUD 1945 yang berbunyi pasal 33 ayat 3 UUD 1945 sebagai berikut :

Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

 

 

Untuk mengentaskan Indonesia dari pengangguran  hanya diperlukan Rp. 400 Trilyun, dengan menyediakan lahan seluas 20 juta hektar.

(Detail dan cara kerja realisasi rencana di atas akan saya sampaikan jika pemerintah berminat). 

 

Berikut daftar lengkap puluhan  komoditas bahan pangan yang diimpor Indonesia kurun Januari-November 2013, dan angkah pada tahun 2016 dan tahun 2017 ini berada pada kisaran yang hampir sama:

1.  Beras

Nilai impor: US$ 226,4 juta
Volume impor: 432,8 juta kilogram (kg)
Negara eksportir: Vietnam, Thailand, India, Pakistan, Myanmar, dan lainnya

2. Jagung

Nilai impor:  US$ 822,35 juta
Volume impor: 2,8 miliar kg
Negara eksportir: India, Brasil, Argentina, Thailand, Paraguay, dan lainnya

3. Kedelai

Nilai impor: US$ 1 miliar
Volume impor: 1,62 miliar kg
Negara eksportir: Amerika Serikat (AS), Argentina, Malaysia, Paraguay, Uruguay, dan lainnya

4.  Biji gandum dan mesin

Nilai impor: US$ 2,26 miliar
Volume impor: 6,21 miliar kg
Negara eksportir: Australia, Kanada, AS, India, Ukraina, dan lainnya

5. Tepung terigu

Nilai impor: US$ 74,9 juta
Volume impor: 185,8 juta kg
Negara eksportir: Srilanka, India, Turki, Ukraina, Jepang, dan lainnya

6. Gula pasir

Nilai impor: US$ 44,4 juta
Volume impor: 75,8 juta kg
Negara eksportir: Thailand, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Selandia Baru dan lainnya

7. Gula Tebu

Nilai impor: US$ 1,5 miliar
Volume impor: 3,01 miliar kg
Negara eksportir: Thailand, Brasil, Australia, El Salvador, Afrika Selatan dan lainnya

8. Daging sejenis lembu

Nilai impor: US$ 185,8 juta
Volume impor: 41,5 juta kg
Negara eksportir: Australia, Selandia Baru, AS dan Singapura

9. Jenis lembu

Nilai impor: US$ 271,2 juta
Volume impor: 104,4 juta kg
Negara eksportir: Australia

10. Daging ayam

Nilai impor: US$ 30.259 
Volume impor: 10.825 kg
Negara eksportir: Malaysia

11. Garam

Nilai impor: US$ 85,6 juta
Volume impor: 1,85 miliar kg
Negara eksportir: Australia, India, Selandia Baru, Jerman, Denmark dan lainnya

12. Mentega

Nilai impor: US$ 93,7 juta
Volume impor: 20,8 juta kg
Negara eksportir: Selandia Baru, Belgia, Australia, Prancis, Belanda dan lainnya

13. Minyak goreng

Nilai impor: US$ 77,4 juta
Volume impor: 84,7 juta kg
Negara eksportir: Malaysia, India, Vietnam, Thailand dan lainnya

14. Susu

Nilai impor:  US$ 772,4 juta
Volume impor: 194,5 juta kg
Negara eksportir: Selandia Baru, AS, Australia, Belgia, Belanda dan lainnya.

15. Bawang merah

Nilai impor: US$ 38,9 juta
Volume impor: 81,3 juta kg
Negara eksportir: India, Thailand, Vietnam, Filipina, China, dan lainnya

16. Bawang putih

Nilai impor: US$ 333,3 juta
Volume impor: 404,2 juta kg
Negara eksportir: China, India, Vietnam

17. Kelapa

Nilai impor: US$ 868.209
Volume impor: 835.941 kg
Negara eksportir: Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam dan lainnya

18. Kelapa Sawit

Nilai impor: US$ 2,4 juta
Volume impor: 3,25 juta kg
Negara eksportir: Malaysia, Papua Nugini, Virgin Island

19. Lada

Nilai impor: US$ 3,4 juta
Volume impor: 371.002 kg
Negara eksportir: Malaysia, Vietnam, Belanda, AS dan lainnya

20. Teh

Nilai impor: US$ 27,7 juta
Volume impor: 19,5 juta kg
Negara eksportir: Vietnam, Kenya, Iran, India, Srilanka dan lainnya

21. Kopi

Nilai impor: US$ 37,4 juta 
Volume impor: 15,2 juta kg
Negara eksportir: Vietnam, Brasil, AS, Italia dan lainnya

22. Cengkeh

Nilai impor: US$ 3,3 juta 
Volume impor: 309.299 kg
Negara eksportir: Madagaskar, Brasil, Mauritius, Singapura, dan Comoros

23.  Kakao

Nilai impor: US$ 73,2 juta
Volume impor: 29,3 juta kg
Negara eksportir: Ghana, Pantai Gading, Papua Nugini, Kamerun dan Ekuador

24. Cabai

Nilai impor: US$ 368.361
Volume impor: 293.926 kg
Negara eksportir: Vietnam dan India

25. Cabe (kering)

Nilai impor: US$ 20,9 juta
Volume impor: 17,1 juta kg
Negara eksportir: India, China, Thailand, Jerman, Spanyol dan lainnya

26. Cabe (awet)

Nilai impor: US$ 2,7 juta 
Volume impor: 2,6 juta kg
Negara eksportir: Thailand, China, Malaysia dan Turki

27. Tembakau

Nilai impor: US$ 571,6 juta
Volume impor: 111,8 juta kg
Negara eksportir: China, AS, Turki, Brasil, Italia dan lainnya

28. Ubi kayu

Nilai impor: US$ 38.380 
Volume impor: 100.798 kg
Negara eksportir: Thailand dan Vietnam

29. Kentang

Nilai impor: US$ 27,6 juta
Volume impor: 44,6 juta kg
Negara eksportir: Australia, Kanada, AS, Mesir, Jerman dan lainnya.


Akankah dengan Sumber Daya Alam yang melimpah Indonesia tetap menjadi Importir semua kebutuhan pokok di atas???

 

Memanfaatkan  Sumber Daya Alam menjadi Hak Guna Usaha dalam jangka 20 tahun,  

 Dengan TETAP MENJAGA EKOSISTEM DAN KELESTARIAN HUTAN 

 

Luas hutan Indonesia di tiap provinsi ini merupakan data luas hutan yang terdapat di masing-masing provinsi di Indonesia. Luas seluruh hutan di Indonesia adalah 133.300.543,98 ha. Ini mencakup kawasan suaka alam, hutan lindung, dan hutan produksi.

Berikut data luas hutan di tiap provinsi di Indonesia beserta SK Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan.

 

 1.      Nangroe Aceh Darussalam (SK No. 170/Kpts-II/00); 3.335.713,00 ha

2.       Sumatera Utara (SK No. 44/Menhut-II/05); 3.742.120,00 ha

3.       Sumatera Barat (SK No. 422/Kpts-II/99); 2.600.286,00 ha

4.       Riau (SK No. 173/Kpts-II/1986); 9.456.160,00 ha

5.       Kepulauan Riau (data masih bergabung dengan provinsi Riau)

6.       Jambi (SK. No. 421/Kpts-II/99); 2.179.440,00 ha

7.       Bengkulu (SK. No. 420/Kpts-II/99); 920.964,00 ha

8.       Sumatera Selatan (SK No. 76/Kpts-II/01); 3.742.327,00 ha

9.       Bangka Belitung (SK No. 357/Menhut-II/04); 657.510,00 ha

10.     Lampung (SK No. 256/Kpts-II/00); 1.004.735,00 ha

11.     DKI Jakarta (SK No. 220/Kpts-II/00); 475,45 ha

12.     Jawa Barat (SK No. 195/Kpts-II/03); 816.602,70 ha

13.     Banten; 201.787,00 ha

14.     Jawa Tengah (SK No. 359/Menhut-II/04); 647.133,00 ha

15.     DI. Yogyakarta (SK No. 171/Kpts-II/00); 16.819,52 ha

16.     Jawa Timur (SK No. 417/Kpts-II/99); 1.357.206,30 ha

17.     Bali (SK No. 433/Kpts-II/99); 127.271,01 ha

18.     Nusa Tenggara Barat (SK No. 598/Menhut-II/2009);    1.035.838,00 ha

19.     Nusa Tenggara Timur (SK No. 423/Kpts-II/99); 1.555.068,00 ha

20.     Kalimantan Barat (SK No. 259/Kpts-II/00); 9.101.760,00 ha

21.     Kalimantan Tengah (SK No. 759/Kpts/Um/10/82); 15.300.000,00 ha

22.     Kalimantan Timur (SK No. 79/Kpts-II/01); 14.651.053,00 ha

23.     Kalimantan Selatan (SK No. 435/Menhut-II/2009); 1.566.697,00 ha

24.     Sulawesi Utara (SK No. 452/Kpts-II/99); 725.514,00 ha

25.     Gorontalo (SK No. 325/Menhut-II/2010); 647.668,00 ha

26.     Sulawesi Tengah (SK No. 757/Kpts-II/99); 4.394.932,00 ha Sulawesi Tenggara;

(SK No. 454/Kpts-II/99); 2.518.337,00 ha

27.     Sulawesi Selatan (SK No. 434/Menhut-II/2009); 2.118.992,00 ha Sulawesi Barat

(SK No. 890/Kpts-II/99); 1.185.666,00 ha

28.     Maluku (SK No. 415/Kpts-II/99); 7.146.109,00 ha

29.     Maluku Utara (data masih bergabung dengan provinsi Maluku

30.     Papua (SK No. 891/Kpts-II/99); 40.546.360,00 ha

31.     Papua Barat (data masih bergabung dengan provinsi Papua)


Data di atas  pada kenyataannya di lapangan saat ini tidak banyak mengalami perubahan.

 

Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia dan dengan sumber daya alam TERBAIK DI DUNIA yang berlimpah serta beraneka ragam, mempunyai potensi yang sangat besar untuk dapat menjadi bangsa yang maju dan besar apabila dapat mengolah sumber daya tersebut dengan efektif dan efisien.

 

Dengan jumlah penduduk kurang lebih 240 juta jiwa yang bekerjasama dengan Kekayaan Alam  Indonesia, Kita percaya  Indonesia bisa menjadi mesin raksasa yang produktif serta mampu bersaing secara optimal dengan negara-negara  ASEAN, ASIA BAHKAN NEGARA NEGARA BESAR DI DUNIA.

 

Saatnya Pemerintah beserta seluruh lapisan masyarakat membangun kehidupan ekonomi yang berazaskan adil dan makmur.

 

 


by : Edyk